Sabtu, 30 April 2011

Hanya Berteman Laptop

Byurrrr....hujan mengguyur Melak

Sabtu, 30 April 2011 di penghujung bulan. Tepat pukul 21.30 saat jemariku mulai menari menjamah setiap sudut keyboard ini. Melak kelam, mendung merajai mega. Hujan badai datang mengguyur rumah, jalan dan pepohonan serta semua yang dilaluinya. Basah. Dingin. 
Cuaca seperti ini asyiknya berebah di depan televisi sambil tiduran dan makan gorengan ditemani keluarga, pacar atau teman. Hmmm pasti dinginnya bumi yang dibasahi hujan berubah jadi hangat dan menyenangkan.

Buat sebagian orang kondisi hujan di malam Minggu seperti ini adalah bencana. Waktu kunjung pacar gagal total. Buyar sudah lamunan acara malam Minggu yang sudah diplanningkan jauh-jauh hari. Makan malam di kafe romantis, nonton film di bioskop atau sekedar berkunjung ke kediaman pasangan sekarang tinggal anggan-anggan. Hujan. Inilah kenyataan.

Untukku malam Minggu ini seperti biasanya. Sendiri. Sebagai seorang perantauan yang sok sibuk aku selalu menghabiskan akhir pekan untuk istirahat. Sedikit refreshing menyegarkan otak. Pengennya sih jalan-jalan cari makan. Kebetulan lagi pengen seafood, sudah kangen bagaimana empuknya daging cumi apalagi kalau dimasak asam manis pasti hasilnya nyummy... Sekali lagi hujan dan hujan yang menghalangi lagkahku untuk beranjak keluar rumah. Alhasil ngemil garry chocolatos dan mie instant bermerk indomie.

Rumah sepi. Aku sendiri. Awal masuk kerja malam dan Hadi belum pulang dari cuti. Tanpa teman dan hanya berkawan dengan laptop dan televisi.

Acara televisi sekarang banyak yang ngaco. Geje...ga' jelas. Terlalu banyak reality show yang ngawur. Terlalu banyak sinetron yang ceritanya ngalor ngidul. Malas aku jadinya.

Media penghibur pamungkas adalah laptop. Dengan piranti ini aku bisa menjelajah seluruh negeri di dunia ini. Tinggal pasang modem dan aku terhubung dalam jaringan bernama dunia maya. Sampai pada akhirnya aku mengetik posting ini menceritakan sedikit kesepianku yang hanya berteman dengan kamu, laptop kesayanganku.

Warna-Warni Malam Minggu

 Malam Minggu

Hari sabtu, hari keenam sebelum hari Minggu. Sebagian orang menyebutnya libur akhir pekan. Ya..Sabtu memang waktu yang pas buat bersenang-senang. Memanfaatkan waktu luang untuk sekedar bepergian melepas penat setelah seminggu bergulat dengan pekerjaan.

Banyak orang memaknai malam Minggu sesuai pribadi dan kebiasaan masing-masing. Ada yang bergembira menyambutnya dan beberapa malah sedih dibuatnya.

Ada sebuah lirik lagu yang berbunyi “malam Minggu malam yang panjang malam yang asyik buat pacaran….”. Yupz… betul sekali lagu ini. Malam Minggu boleh dibilang malamnya berpacaran. Untuk sebagian besar orang telebih muda-mudi yang tiap harinya berjibaku dengan pelajaran maka malam inilah saatnya bertemu pasangan melepas kerinduan sebelum mempersiapkan sekolah malam Senin depan. Sejenak melupakan biologi, fisika, matematika dan kimia. Yang ada hanya berdua memadu cinta <cieeeee…. Kata-katanya boleh juga An>

“Apel” bukan nama buah yang kubahas. Apel adalah ritual mendatangi rumah pacar. Sebuah perjalanan seru untuk bertemu pujaan hati. Persiapan harus matang, dandanan terbaru disiapkan parfum harum ditebarkan. Serasa artis dadakan berdandan total demi menemui pasangan. Kadang banyak tantangan terlebih jika si pacar punya bapak atau kakak laki-laki yang galak. Ihhh serem. Jantung rasanya deg degan padahal baru nyampe pagar depan. Sebuah sms cantik melayang sudah. “Ayo…masuk papa ga’ ada di rumah”…… Itu yang diharapkan.

Hmmmm… tapi ingat buat yang lagi pacaran. Ga’ ada yang melarang pacaran. Itu wajar. Yang dilarang adalah bermaksiat. Jadi ga’ ada salahnya kalau ingat pesan nenek “tapi awas jangan duduk berduaan nenek bilang itu berbahaya hey…….. marilah kemari heyyyy <lho kok malah nyanyi>. Sebuah pepatah mengatakan…cowok cewek berduaan yang ketiga adalah setan. Awas kena godaan ntar akibatnya bisa berantakan. Ingat!!!!!!Jangan coba-coba nanti ketagihan. Mending kalau dah kebelet nikah aja <kalau sudah siap dan mampu syaratnya>

Hahahhaha itu adalah makna malam Minggu sepasang muda-mudi. Bagaimana dengan yang lain???

Banyak orang menghabiskan waktu akhir pekan di rumah. Ini waktunya untuk keluarga. Ketika hari kerja mungkin jarang sekali bisa duduk untuk makan malam bersama, nonton tivi bareng bahkan jalan-jalan ke taman sekeluarga di pagi hari. Sebagai manusia kita selalu disibukkan dengan pekerjaan . Kini masa tepat untuk kembali merapat. Menjalin silaturahmi antar anggota keluarga, orangtua dan anak, kakak dan adik serta istri dan suami. Biasanya orang-orang mengadakan tamasya keluarga di hari ini. Banyak tempat-tempat hiburan yang penuh sesak.

Buat para jomblowan dan jomblowati malam Minggu terkadang menjadi sebuah tamparan keras yang menyadarkan bahwa hidup masih sendiri. Tanpa pasangan. Bagi si optimis ini waktunya cari gebetan. Ngeceng di mall atau kafe demi sebuah kenalan. Bagi si pesimis ini adalah waktu meratapi nasib. Nonton dvd sendirian sambil membayangkan film percintaan yang ditonton. Berharap mengalami hal serupa di kehidupan nyata tentunya.

Orang yang cuek, acuh tak acuh menanggapi malam Minggu. Bagi mereka semua hari adalah sama. Ga’ ada bedanya. 

Dan buat para pekerja shift yang dapat jatah masuk malam. Malam seperti ini adalah malam perjuangan. Perjuangan melawan rasa iri yang mendalam. Iri kenapa orang lain yang  bisa berakhir pekan. Ini adalah tuntutan pekerjaan mau atau tidak mau harus dijalankan.

Apapun arti malam Minggu yang pasti ini adalah moment yang penting untuk mendapatkan semangat baru esok hari. Boleh bersenang-senang, jalan-jalan, kumpul bareng kawan atau sekedar duduk di emperan. Tapi ingat jangan berlebihan masih ada hari esok yang harus kita jalani. Gunakan dengan bijak waktu ini karena setiap detik tak akan pernah kembali.



Cinta Itu Titik Titik

Apa arti cinta yang sebenarnya????

Cinta....hmmmm... satu kata sejuta makna menurut para pujangga. Banyak yang mengagungkannya sampai gila dan mati juga karenanya. Wahhh...!!!! betapa hebat hal ini mengalahkan bom nuklir yang meluluhlantahkan Hirosima dan Nagasaki. Hehehhehhe... ada juga yang bilang kalau cinta itu buta, gelap dan gulita seperti pemadaman listrik oleh PLN. 

Sedikit mengulik problematika tentang sesuatu yang membuat Romeo dan Juliet mati bunuh diri atau yang membuat Sangkuriang ingin menikahi ibunya sendiri. Satu masalahnya...hmmmm jangan disebut masalah karena banyak orang merasa bahagia mendapat masalah ini. Lebih tepatnya yang menyebabkan semua cerita itu terjadi. Cinta. Ya... itu jawaban paling mutakhir, spektakuler tepat sasaran. 

Maaf kalau saya sedikit berlebihan membahas hal ini. Maklum meski sudah beberapa kali pacaran tapi sampai sekarang masih belum mudeng apa arti cinta itu . Ada yang bisa membantu saya?????

Seorang teman yang paling metal alias melayu total menganggap cinta itu adalah anugerah dan tidak ada kata yang bisa menguraikan betapa mulia artinya <bilang aja ga' tahu artinya pake muter-muter jawabnya>

Ada juga kawan dari Semarang yang berpendapat "tresno jalaran saka kulina". Ga' ngerti maksudnya apa? Okay... ku translate "cinta itu ada karena terbiasa". Wahhhh... ini berarti banyaknya frekuensi bertemu bisa menumbuhkan benih-benih cinta. Hebat!!!!! akhirnya aku tahu cara agar kucing bisa menikah dengan anjing. Aku harus sesering mungkin mempertemukan mereka.

Hmmm... mas TOTO seniorku bilang kalau cinta itu warna-warni ada yang merah, biru, ijo atau mungkin juga warna yang laen.

Tapi kenapa orang-orang biasanya memakai warna pink dan merah untuk melambangkan cinta????????
Apa cuma dua warna itu yang tepat? Wah semakin membingungkan. 

Beberapa koresponden menjawab cinta itu buta. Ini berarti warna yang cocok buat menggambarkannya adalah hitam. Dari kubu lain ada yang berpendapat cinta itu suci. Putih adalah warna yang sesuai. Singkat kata cinta memang warna-warni tergantung pribadi yang dirasukinya.

Ada pendapat super ekstrim. Cinta katanya musyrik. Wahhhhh!!!! Aku buta tuli buat ngejelasin ini. Sepertinya sih nggak. Karena cinta itu karunia Tuhan. Itu adalah anugerah. Memang sebagian orang mengatasnamakan cinta untuk maksiat dan berbuat jahat. Sebetulnya bukan cinta yang salah tapi banyak orang yang salah mengerti tentang cinta. Harusnya ada undang-undang percintaan. Hehehhehehhee.

Punya pengalaman cinta pada pandangan pertama atau istilah kerennya "fall in love at first sight". Aku ga' yakin sama hal yang satu ini. Pertama karena belum pernah mengalaminya. Yang kedua bisa aja itu cuma kagum, belum tentu cinta seperti kata para pujangga. Yahhhh... itu pendapat sinisku karena ketidaktahuanku.

Tapi hal di atas mungkin juga memang kenyataan yang terjadi di panggung dunia ini. Ada teman yang mengalami hal serupa. Bahkan sampai menikah dan langgeng sampai saat ini. Cinta memang tidak bisa diduga. Seperti ajal dan rejeki, jodoh memang ada yang mengatur. Kita tidak tahu siapa dan bagaimana jodoh kita. Yang bisa dilakukan adalah mencoba menemukan dengan ijin dan petunjuk Tuhan.

Singkat kata cinta memang ga' ada habisnya buat di bahas. Terbukti sudah bermilyar bahkan mungkin bertriliyun lagu dan sajak dicipta bertema tentang cinta tapi ga' ada kata cukup untuk mendeskripsikannya. Menurutku cinta adalah misteri. Semakin tidak tahu semakin penasaran dibuatnya. Ibarat ujian cinta itu adalah titik titik setelah pertanyaan. Terserah kamu jawab apa. Jadi apa arti cinta menurutmu????



byar....petttt

padam... tak bercahaya.. yang ada hanya kelam dan hitam...

Beberapa hari ini listrik byar pet.. Sungguh menjengkelkan. Aktivitas hidup terhambat, hanya pekat yang melekat. Huhhhh... keluhku ketika kejadian ini berulang dan berulang. Lagi dan lagi. Hampir tiap hari di minggu ini. Entah penyebabnya aku tak tahu pasti. Pemberitahuan dan konfirmasipun tak kunjung tiba dari pihak yang bersangkutan. Hanya satu imajinasi tercipta, mungkinkah ada setan penghisap listrik hingga kotaku selalu mencekam kala malam dan mendidih waktu siang.

Listrik... sebuah energi yang tidak bisa dihilangkan dari kehidupan manusia. Terlebih manusia super lebay teknologi seperti diriku. Listrik bagaikan kebutuhan pokok jika tidak terpenuhi sendi-sendi aktivitas akan bengkok. 

Mau makan butuh ricecooker untuk menanak nasi, mau minum air dingin atau panas butuh dispenser, mau yang sejuk-sejuk butuh ac atau kipas angin, mau nelpon perlu charge ponsel, mau dengerin musik itupun perlu listrik sebagai penggeraknya. Bisa bayangkan jaman sekarang tanpa listrik?????

Hahahahaha mungkin itu hanya pendapatku yang terlalu memaksa. Sebetulnya banyak alternatif kegiatan yang bisa dilakukan secara manual tanpa listrik. 

Menanak nasi misalnya, cara tradisional dengan menggunakan tungku dan kompor masih bisa dilakukan. Buat sebagian orang rasanya malah lebih enak dan mantap. 

Mau yang sejuk? Ambil kipas dari anyaman bambu. Selain kesejukan yang didapat tubuh juga sehat karena melakukan olahraga ringan dengan berkipas-kipas. Hmmm sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui bukan??

Butuh komunikasi. Untuk jarak dekat bisa langsung bertatap muka. Sepertinya lebih menyenangkan dan lebih terasa keakrabannya. Memang, semakin bertambah melesat jaman banyak orang menjadi malas karena diberi berjuta kemudahan. Pernah aku jumpai seorang teman menelepon  teman yang lainnya padahal jarak mereka hanya beberapa puluh meter. Hmmm... bukankah ini sangat tidak efektif? Bisa-bisa komunikasi ini membuat setiap individu menjadi apatis terhadap dunia luar. Mungkin saja.

Hmmmm... yachhh listrik memang sangat penting. Oleh karena itu setiap negara berlomba-lomba memenuhi pasokan listrik mereka dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan tenaga angin, air, gas alam, panas bumi bahkan nuklir yang lagi heboh akhir-akhir ini.

Sedikit melirik ke masa tanpa listrik. Dunia saat itu baik-baik saja dan masih berputar pada sumbunya jadi nggak ada salahnya kita berpikir untuk lebih bijak dalam penggunaan listrik. Bumi semakin panas dan salah satunya karena banyak alat elektronik yang membuat ozon semakin mendidih. Teknologi ramah lingkungan sedang digalakkan. 

Byar...pettt hanya bagaimana kita mensyukurinya. Itung-itung belajar bagaimana di alam kubur nanti saat tersisa gelap dan pekat tanpa cahaya tanpa lampu dan pastinya tanpa listrik.


Jumat, 29 April 2011

Curhat.Pegawai.Pemimpin

Curhat.Pegawai.Pemimpin

Dunia kerja memang banyak sekali lika-likunya. Tidak sedikit yang stress dan sakit gara-gara memikirkan pekerjaan. Bahkan ada pula yang gila kerja dan benar-benar gila dalam arti yang sesungguhnya. Wow… begitu kompleks masalah ini. Begitu rumit namun inilah realitanya.

Pimpinan dan pegawai dua sisi yang saling berhubungan. Tidak ada pimpinan tanpa pegawai dan pegawai membutuhkan pimpinan. Demikian pemikiran super simple ku. Untuk itu perlu sebuah keterikatan yang bernama simbiosis mutualisme.

Sebagai seorang pegawai aku punya beberapa criteria tentang pimpinan idaman. Hehehehe berikut pendapat super mekso ku. Pimpinan idaman itu adalah seseorang yang baik hati, tidak sombong, suka menabung dan tidak suka makan sabun.

Baik hati. Ini muthlak alias wajib. Semua perbuatan dilihat dari niatnya khan? Untuk itu kebaikan hati menjadi syarat utama dalam menentukan pimpinan idaman itu seperti apa. Banyak cara untuk mengungkapkan maksud baik. Setiap individu dibekali dengan talenta dan ciri khas masing-masing jadi cara menunjukkan kebaikan juga pastinya khas dan orisinil di tiap personilnya.

Ada yang mengungkapkannya dengan marah-marah. Semua dimaksudkan untuk kepentingan bersama. Biasanya ini dimiliki oleh orang yang berwatak keras tapi berhati emas. Tampang dan sikap boleh Rambo tapi hatinya Rinto. Wajah preman tapi musiknya dangdut koplo…< ini tidak bermaksud menyinggung aliran music tertentu hehehehehe>

Yang paling beruntung ketika mendapat pimpinan yang baik hati dan berbudi pekerti baik juga. Seorang pimpinan yang bisa dijadikan pedoman dalam bertingkah laku. Pribadi yang sopan murah senyum dan berkata bijak. Hmmm… rasanya kerja tanpa beban kalau menemukan yang tipe ini. Kerja dilakukan atas dasar hormat dan segan tentunya dengan ikhlas level tinggi. Ini berbanding terbalik dengan tipe ekstrim yang memberikan instruksi kerjaan lewat kata kasar dan sikap arogan. Ada beberapa optional pilihan reaksi. Pertama pekerja patuh karena takut dengan sikap atasan. Kedua pekerja yang suka melawan dengan memberikan sikap yang keras juga…..<biasanya sampai berseteru>. Pilihan terakhir sikap apatis dari pegawai, biasanya ditunjukkan dengan malas-malasan untuk menggambarkan kekecewaannya terhadap sikap atasan.

Sombong alias pembualan. Penyakit hati yang satu ini memang sangat riskan apalagi untuk orang yang mempunyai kedudukan. Bisa buat lupa diri. Kadang seperti kacang lupa kulitnya. Sombong dan bangga memiliki jarak yang pendek untuk membedakannya. Sedikit tergelincir dalam godaan setan maka bangga berubah menjadi sombong bahkan narsis dan sok eksis. Apa yang sebetulnya mau disombongkan. Di atas langit bukankah masih ada langit lagi? Semua yang ada adalah karunia Tuhan yang wajib disyukuri. Semua adalah titipan yang wajib dijalankan amanahnya dengan baik.

Suka menabung, dalam artian menabung kebaikan. Memberikan ilmu kepada bawahan adalah hal yang mulia dan dapat menjadi tabungan amal baik di akhirat kelak. Ada atasan yang pelit dengan pengetahuan yang dimilikinya. Kadang ada ketakutan bahwa orang lain akan mengalahkan. Rasa kuatir inilah yang wajib dihindari. Semakin berbagi ilmu maka semakin bertambah pula ilmu yang didapatkan.

Tidak suka makan sabun. Jadi ingat lagu tikus makan sabun. Sedikit memaksa memang  persamaannya. Karena yang makan sabun adalah tikus , dan koruptor selalu digambarkan dengan tikus maka pimpinan yang suka makan sabun adalah atasan yang korup dan ambisius. 

Wah…. Banyak yang merasa kecewa karena memilih pejabat yang suka makan sabun???? Terlalu ambisius dan rakus, wah kasihan korbannya adalah bawahan yang pasti mampus kerja banting tulang. Jangan terlalu di push push. Pegawai juga tahu kalau pimpinan di push tapi pasti ada cara lain untuk memberi dorongan, pastinya dengan pendekatan yang santun dan halus. Bekerja sesuai porsi dan kapasitas. Sebagai pimpinan wajib tahu kemampuan anggota tak memaksakan kehendak apalagi untuk kepentingan pribadi semata. Kasarnya ada yang menyebut cari nama atau muka. Lho emangnya nama sama mukanya hilang???? Lucu memang tapi ini kenyataan. Ambisius sama dengan tidak bagus.

Benar kata-kata ini harta, tahta dan wanita adalah godaan dunia. Siapa mendapatkannya dengan cara halal maka jayalah dia. Sebaliknya jika diraih dengan teknik haram maka terjerumuslah dia. Ambisi dan semangat memiliki perbedaan yang sangat tipis. Kadang ada orang yang rela apa saja termasuk dengan cara “menjilat”. Menjilat dengan menjelekkan orang lain dan menyikut dengan tidak adil. 

Lha emangnya ada menjilat yang baik???? Jawabnya ada. Menjilat dengan menunjukkan skill dan profesionalisme. Ga’ ada yang larang kok nunjukin diri. Kalau ga’ ditunjukin bagaimana orang lain tahu, iya ga’? Yang terpenting tetap dalam aturan dan ga’ boleh merugikan orang lain. Mengambil hak orang lain “haram” hukumnya.

Dunia kerja memang rumit. Lebih ruwet dari benang kusut. Kerjaan itu kita yang ngerjain, bukan kita dikerjain kerjaan. Betul???????? 

Ga’ gampang jadi pimpinan. Sebagai pegawai aku cuma bisa ngoceh tentang kritikan padahal sadar atau nggak aku masih banyak kekurangan. Aku saja masih belum bisa jadi pegawai yang bener bagaimana mau nuntut pimpinan yang bener. Begitu juga buat pimpinan sebelum menjadi pimpinan yang bener sepertinya susah juga nuntut anggotanya bener. Siapa yang mau bener duluan????



Senin, 25 April 2011

Kerja Rame-Rame Rasanya

Ada asam, manis dan juga asin... Kalau beruntung bisa ngerasain pedas dan pahit juga...

Senin, 25 April 2011 pukul 22.59... tepat hari gajian.

Tak terasa sudah lima tahun aku bekerja. Jadi ingat dulu waktu aku kecil <btw...pernah kecil juga????> ditanya tentang apa pekerjaan yang aku cita-citakan. Wah...banyak yang kusebutkan waktu itu. Sepertinya profesi pujaan waktu itu tergantung film yang kulihat atau berita di tivi yang kusaksikan. 

Pengen jadi presiden waktu lihat Pak Soeharto pidato peringatan kemerdekaan RI <asli waktu itu rada bosen juga habis pidatonya lama durasinya ngalah-ngalahin film Kingkong...> tapi karena ngelihat jadi presiden itu enak ke mana-mana dikawal dan mau apa juga pasti terpenuhi jadinya tertarik juga buat dijadikan cita-cita. Tapi sekarang apa yang terjadi? Aku males jadi presiden. Banyak tanggungjawabnya, terlebih kalau terkena rapot merah pas 100 hari kerja...hehehehehhehehe asli aku buta tuli masalah politik. Ini terbukti waktu hafalan nama menteri ketika SD aku dapat jelek.... <males juga ngapalin..soalnya menterinya juga ga' tahu namaku... itu alasan apatisku kala itu.>

Ada lagi ketika lihat sinetron pengen banget jadi aktor. Seru!!! bisa jadi apa aja tergantung skenario yang ada. Hmmm apalagi kalau ampe terkenal pasti banyak penggemar yang ngerumunin. Saking cintanya sama dunia akting aku masuk ekstrakulikuler teater mulai dari SD sampai SMP. Lumayan ada beberapa prestasi tingkat sekolah dan kabupaten. Seneng banget waktu orang tepuk tangan setelah drama berakhir. Berasa Keanu revee di ajang red karpet Piala Oscar <meksoooo>. Padahal sering jadi pemeran figuran doang...hehehehhe ada ga ya penghargaan pemeran figuran terbaik di FFII??? Kalau ada aku daftar...pas dapet peran pasien ayan di film suster ngesot...hahahhahahahahhaha....<seperti kata spongebob itu hanya..."IMAJINASI">

Jadi pengusaha asyik juga. Ga' perlu gawe sama orang lain. Mungkin pemikiran ini juga yang mendasari program "bosan jadi pegawai" di trans tv. Ada anggan-anggan buka toko molen on line melayani molen berbagai rasa dengan cita rasa bintang lima. Wahhhh gawat kalau sampai kesampaian bisa-bisa dagangannya dimakan sendiri. 

Sekarang adalah sekarang.... Takdir menentukan "welder" alias tukang las alias fabricator alias tukang patri alias ahli sambung besi menjadi profesiku kini.

Tak pernah terpikir memang dalam benakku. Terlebih menjalani pekerjaan ini di perantauan. Sungguh jauh dari jangkauan imajiku. Ini terjadi sungguh terjadi.

Dalam otakku kerja itu sesuatu yang menuntut keseriusan tingkat tinggi dan pastinya bikin capek tapi dapat gaji. Hehehhehe... gaji itu memang satu hal yang membuatku tertarik. Dengan bekerja aku nggak perlu bikin repot orang tua lagi. Kerja membuatku bisa beli ini bisa beli itu walau terkadang menyulapku menjadi pribadi konsumtif dan boros. Yang ada dalam otakku "ini kan hasil jerih payahku....lebaynya.... aku banting tulang untuk semua ini jadi nggak ada salahnya aku menikmati".... benar-benar pemikiran egois meskipun ada benarnya juga. Harusnya tetap dinikmati tapi nggak boleh lupa ada sebagian harta milik saudara duafa kita.

Ternyata kerja itu fun dan jauh dari kesan serius menurutku.. Heheheh capek pasti tapi itu terganti dengan betapa asyiknya pengalaman ini. 

Menghadapi orang dari berbagai tipe mulai dari yang pemalu, malu maluin , bebal, menyenangkan sampai tipe paling ekstrim "PEMBUALAN". Ada trik tersembunyi yang mesti kita pelajari untuk bisa berbaur dengan mereka. Sebuah tantangan mengalahkan game terbaru kedasyatannya.

Belum lagi ketika ada konflik antar teman. Ada yang menanggapi dengan serius, acuh tak acuh, merajuk atau nangis... Asli ini sangat lucu dan membuatku mengerti inilah indahnya perbedaan yang diciptakan Tuhan.

Mungkin kini aku bukan presiden, aktor atau pengusaha tapi dalam profesiku aku bisa berperan sebagai mereka. Permainan yang seru. Menjadi presiden ketika menjadi seorang ketua kelompok dalam sebuah team. Menjadi aktor waktu mengelabuhi atasan killer yang otoriter dengan berjuta alasan yang kadang di luar nalar..<it'so exciting.....sorry pak boss...aku hanya bercanda,,,hahahhahhaa> dan menjadi pengusaha ketika mencari untung di setiap pekerjaan <dengan tenaga sekecil-kecilnya dapat job sebanyak-banyaknya...>

Hehehheheh... Apa yang kamu baca di atas hanyalah curhatan pekerja konyol yang nggak bisa tidur mikirin besok cara malas-malasan apa yang akan dipraktekkan. Yahhhhh... kita ngerjain kerjaan bukan dikerjain kerjaan. Buat apa jadi worker holic kalau masih bisa jadi nidji holic.....<apa hubungannya????>

Minggu, 24 April 2011

Kamar Atas Nomor Satu

Siapa panghuni baru?

Pukul 22.07 hari Minggu malam senin <hehehehhehehhehe ketemu lagi>

Sebuah percakapan terjadi malam ini. Tentang siapa penghuni baru. Tentang siapa yang bakal tidur di kamar atas nomor satu. Tentang siapa pengganti Hadi di rumah ini.

Tepat enam bulan aku,Hadi dan Awal menempati rumah kontrakan ini. Sebuah hunian yang kami sewa dari pemiliknya bernama Pak Randa. Seseorang yang berbaik hati mengijinkan kami tinggal di rumahnya dengan sebuah kewajiban sewa.

Sedikit bernostalgia tentang sejarah kami ada di sini. Sejak terpilih sebagai pekerja di site Melak petualangan baru kami dimulai. Sebuah perjuangan panjang yang sebenarnya setelah hampir lima tahun perusahaan tempat kami bekerja mengembleng dengan program apprenticenya.

Dari kami bertiga hanya akulah yang pernah menginjakan kaki di kota metropolitan ini. Namun karena aku masih harus terapi patah tulang maka kedua temanku yang berangkat duluan. 

Banyak alternatif pilihan tempat tinggal yang diberi oleh seniorku yang telah lebih dahulu tinggal di sini. Mulai dari rekomendasi rumah susun, kos sampai rumah kontrakan.
Dari begitu banyak pilihan yang ada tidak ada satupun yang berjodoh dengan kami. Tapi pada suatu hari ketika awal dan hadi berjalan-jalan untuk mencari tempat tinggal ada sebuah papan yang bertuliskan "dikontrakan" di depan tempat yang kami diami sekarang.

Bergegaslah mereka menemui sang empunya rumah. Dengan begitu sopan Pak Randa beserta istri mempersilahkan masuk. Awal menjelaskan maksud kedatangan. Pemilik rumah sempat tidak yakin untuk mengontrakan rumah ini karena pembangunan rumah baru mereka belum selesai. Entah dapat wangsit atau apalah istilahnya akhirnya kami diijinkan ngontrak di sini. Barusan aku tahu alasan penerimaannya yaitu karena Pak Randa terharu melihat wajah Awal yang sayu saat merayu untuk mendapat hunian baru. 

Akhirnya tinggallah kami di sini. Banyak kenangan tentang kami bertiga. Mulai masalah perjuangan sebuah tivi sampai masalah keseharian kami dengan kepribadian masing-masing yang unik. Tentang cerewetnya aku, hobby kentut si awal sampai nyanyian hadi yang bikin kuping menjerit kesakitan. Lucu memang... hahahhahahahha..

Tiga hari yang lalu Hadi melepas masa lajangnya. Memulai hidup baru dan tentunya dengan hunian baru bersama istrinya. Maka kosonglah kamar atas nomor satu itu.

Banyak yang menawarkan diri menjadi pengganti Hadi sebagai personil baru rumah ini. Aku dan Awal yang memegang keputusan. Pilih dipilih masih banyak yang harus dipertimbangkan. 

Ayo siapa tertarik silahkan daftar. Audisi dibuka lebar. Persyaratan mudah.. cukup nraktir aku sama Awal setiap hari...hehhehehehhehehe... Cucikan baju kami dan jangan lupa bersih-bersih ya...!!!!! <hehehhehe becanda>

Kamar atas nomor satu menanti seorang penghuni baru.


Sabtu, 23 April 2011

Ungkapan Kangen Seorang Blogger

Mimpi???

Nggak terasa sudah lama sekali aku ga' ngeluarin posting baru. Hampir seminggu tepatnya. Kangen juga dengan aktivitas iseng ini. Aktivitas yang membuatku ketagihan untuk terus melakukannya. Ya... bercerita memang hobbyku cengengesan itu diriku. 

Dengan bercerita aku merasa lega meskipun aku hanya menjabarkannya lewat tulisan. Mungkin juga ini belum pantas disebut tulisan <lebih tepatnya ketikan...hehehehe> karena isinya jauh daripada normal untuk pemikiran seorang manusia <lhooo..emanknya aku apa ya...>.

Tulisan adalah karya seorang penulis... Apa aku sudah bisa disebut penulis seperti Djenar Maesa Ayu, Indra herlambang, atau Raditya Dika? Menurutku belum. Semua ini hanya komentar egoisku terhadap arti hidup. Dengan berbagi berarti kita memberi arti pada diri kita sendiri. Dengan bercerita berarti kita menghargai keberadaan orang disekitar kita.

Sebagai makhluk sosial aku membutuhkan orang lain tapi aku tidak boleh tergantung dengan orang lain. Ini prinsip. Prinsip itulah yang mendasari aku untuk menulis dalam blog ini. Aku butuh menyalurkan hobby berceritaku tapi siapa yang mau menerbitkan tulisan geje <ga' jelas> ini??? Jawabannya belum ada. 

Blog adalah solusinya aku ga' perlu tergantung dengan penerbit aku cukup menulis dan mempostingkannya. Setelah itu di share di facebook. Heheee... alhamdulillah ternyata ada yang baca <hmmm ga tau juga orang itu penasaran atau hanya tersesat dalam blog ini> yang pasti ini cukup mudah praktis dan ekonomis <blogger satu ini pelitnya minta ampun>

Senangnya ketika melihat angka kunjungan bertambah. Sebuah motivasi untuk terus maju berkreasi meraih prestasi yang tinggi untuk mencapai tujuan yang hakiki yaitu berbagi bahagia di hati. <jadi terharu....hiks...hiks..>. Apalagi kalau ada yang ngasi jempol di account facebook...wah serasa penulis betulan... 

Ya... mungkin menjadi penulis cuma khayalan tapi nggak ada salahnya khan mewujudkan impian dengan cara kita sendiri. 

Jadi ingat seorang teman pernah bercerita tentang mimpinya menjadi seorang dokter. Terhalang biaya untuk meneruskan sekolah kedokteran bukan kiamat baginya. Meski profesi idaman tidak kesampaian tapi tujuan dari impian bisa tersampaikan. Sekarang dia menjadi petugas pertolongan pertama di tempat kerjanya. Menolong orang yang sakit itu intinya.

Mimpi harus setinggi langit. Dan harus di kejar. Jangan mudah menyerah, setiap apa yang kita dapat mungkin sebagian dari mimpi kita yang tercapai dalam bentuk yang berbeda. Demikian pemikiran egois saya... terlalu optimis dan hampir narsis tapi itu lebih baik daripada kita apatis dan pesimis.

Minggu, 17 April 2011

Event Organizer Juara

Mbiyodo nyinoman… 

Hmm pernah dengar istilah ini. Sejujurnya aku juga tidak tahu arti pastinya. Tapi yang pasti ini istilah dalam bahasa jawa untuk menyebutkan kegiatan gotong-royong dalam sebuah perayaan atau hajatan.

Hari ini sabtu yang cerah aku bersama ibuku diminta untuk berkumpul di salah satu sanak keluarga yang akan mengadakan hajatan untuk mengkhitankan anaknya. Suerrr sebenarnya aku paling malas dengan acara kayak gini. Bukannya rasa kekeluargaanku tidak ada tapi aku bingung mau ngapain <alasan>

Acara akan dilangsungkan hari Minggu. Sebuah pesta yang meriah telah direncanakan. Menurutku buang-buang uang  saja. Demi memperingati hari pemotongan burung <ups… maaf harusnya disensor> harus keluar biaya mahal. Kalau boleh ngasi saran mending duitnya ditabung buat sekolah. Yahhh tapi terserah itu wujud kasih sayang orang tua buat anaknya. Lagipula bukan uangku juga. 

Hampir semua keluarga hadir. Kakek, nenek, bud he, pak dhe, sampai cucu dan cicitpun tidak ada yang absen. Serasa lebaran.  Sangat kental sekali kekeluargaannya. Sesuatu yang sudah jarang terjadi terlebih di kota besar yang mayoritas penduduknya lebih terisolasi dan kurang bersosialisasi.

Banyak hal-hal positif yang kudapat dari kegiatan ini.

Dengan adanya hajatan ini semua anggota keluarga berusaha untuk hadir sebagai wujud kebersamaan dan syukur atas khitanan si manten sunat. Siap-siap aja kalau nggak hadir pasti diingat-ingat hehehhehe. Padahal kalau dipikir-pikir ini adalah urusan si penyelenggara acara, kita mestinya tinggal datang pas hari H. Tapi inilah hebatnya arti “keluarga” semua berperan aktif tanpa pamrih dengan pemikiran ini adalah sebuah acara keluarga bukan hanya acara si empunya hajatan. 

Salut aku dengan kerja samanya. Tanpa daftar rencana hitam di atas putih semua terkoordinir dengan rapi. Hmmm singkatnya ini event organizer dadakan paling juara. Semua mengerjakan bagian masing-masing dengan tekunnya. Setiap anggota keluarga saling bantu dan bahu membahu demi terwujudnya acara yang bermutu. 

Sayang ada satu orang yang tidak patut ditiru. Itulah aku, seorang pemuda yang hanya datang nampang dan akhirnya tidur terlelap saat semua sibuk bersiap-siap.

Sabtu, 16 April 2011

LET ME IN

Menonton  Let Me In

?, Boo, Kuntilanak Kesurupan dan Let Me In. Itulah judul-judul film yang terpampang di depan bioskop 21. Alhamdulillah ternyata kekhawatiranku akan berhentinya pasokan film dari luar terhapus sudah. Ini berarti kabar baik bagi para pecinta film Hollywood seperti aku. Aku juga bangga dan suka dengan film Indonesia tapi akhir-akhir ini aku sedikit ngeri <bukan takut> dengan tema-tema yang mengumbar keseksian semata. 

Terserahlah apa kata pemain dan produser  film tersebut untuk membantah tudingan miring terhadap karya mereka.  Yang jelas itu memang mata pencaharian orang-orang tersebut. Dan mau tidak mau semua itu memanglah sebuah kreasi yang patut dihargai meski patokan harga dari mana yang mesti kita ambil aku tidak tahu pasti. Maaf sekali lagi maaf atas pandangan sempitku. Boleh dibilang inilah titik jenuhku dengan semua ke-ngeresan itu.

Mengulas beberapa film yang tertera di atas. “?” sebuah film karya Hanung Bramantyo. Alur dan inti ceritanya bagus mengenai perbedaan yang terjadi di masyarakat. Ini tentang budaya, toleransi dan perbedaan. Sekali lagi dengan lantang saya berkata “ masih ada “?” yang tersisa di dalam otak saya. Hanya satu pertanyaan… judul yang tepat buat film ini apa ya… lumayan ada kuis berhadiahnya…..

Boo… asli aku nggak tahu dan nggak ada waktu buat nyari tahu tentang film ini. Maklum teman nontonku sms nihhhh..balas dulu ya…

Kuntilanak kesurupan… Wah ternyata bukan manusia saja yang bisa kesurupan tapi kuntilanak juga. Kalau manusia kesurupannya sama setan. Lha…kalau setan kesurupan apa ya… Jangan-jangan kesurupan manusia. Maklum jaman sekarang ini banyak yang ngaku manusia tapi ulahnya laksana setan bahkan lebih ngeri manusia. Betul tidak???

Let Me In. Aku sedikit binggung dengan film ini. Yang pasti aku tahu ini film horror karena sebagian besar warna posternya hitam dan ada gambar gadis serem banget lagi telungkup. “Kriiiiiiiikkkkkkk brrrrrrr brrrrr <ponselku bergetar> ada sms masuk. Oh dari temanku… isinya gini “jangan film indo mas, yang manca aja”. Terbukti sudah dari sms ini ternyata bukan aku saja yang jenuh dengan hasil karya anak negeri. Tapi aku terus mendukung  perfilman Indonesia.

Karena “?” dan Kuntilanak Kesurupan adalah film lokal maka pilihan sisa 50:50 antara Boo dan Let Me In.

Aku memilih Let Me In karena penasaran. Kalau Boo aku sedikit tidak tertarik, takutnya ntar hantunya Makibo lagi hehhehehehehehe < ada yang ingat kartun makibo… kuda kerdil yang bisa berlari kencang saat buang air besar>. 

Dua karcis terbeli. Saat yang dinanti tiba temanku datang dan menonton bersama.
Ada hal yang menarik tentang temanku,  sepanjang pemutaran film dia sering menutup mukanya. Terlebih ketika ada adegan bunuh-bunuhan. Hehehehe.. lucunya temanku ini. Ketika ku tanya kenapa, dia jawab “nggilani mas”…mau tahu artinya cari di kamus bahasa jawa. <Jangan tanya siapa temanku ini privasi tahu…maaf hehehhehehehhe>

Pertama-tama aku masih kabur apa maksud ceritanya namun setelah agak lama diikuti kisahnya semakin menarik. Simple but interesting. Yah ungkapan bahasa Inggris asal-asalanku ini memang pas menggambarkan film tadi. Inti ceritanya tentang persahabatan antara makhluk penghisap darah dan manusia. 

Yahhh kurang lebih twilight cuma bedanya yang manusia cowoknya. Dan ada satu lagi yang tidak sama, kalau twilight ceritanya percintaan anak remaja <abg menthok kira-kira 17-20 tahun> tapi di let me in masih bocah alias ababil <abg labil berkisar 12-15 tahun>…. 

Aku salut dengan hantu di film ini karena dia mengenal tata karma dalam bertamu. Kalau tidak dipersilahkan masuk oleh empunya rumah maka jika tetap masuk si hantu bakalan mati. Ku juluki hantunya dengan “kulo nuwun ghost”. Hantu aja ada tata kramanya maka jangan lupa sebagai manusia yang beradab dan berbudaya kita harus menjunjung tinggi norma kesopanan. Kalau mau masuk bilang kulo nuwun atau bilangnya Pak Dhe Tom Kruise “ Let Me In”..... mangga...