Jumat, 30 Desember 2011

Hamil di Luar Nikah dan Aborsi Di Usia Remaja



Jaman telah berubah. Sekarang ini ciuman dan seks di luar nikah telah menjadi budaya baru bagi sebagian orang yang menganut paham kebebasan. Akses internet yang semakin maju mengakibatkan setiap orang dengan mudahnya mencari tahu tentang hal-hal berbau seks, termasuk di dalamnya remaja belum cukup umur bahkan anak-anak. 

Hal ini menyebabkan angka hamil di luar nikah di usia remaja meningkat. Seperti berita yang saya baca, di Surakarta selama tahun 2011 tercatat ada 40 remaja di bawah umur (seumuran SMP) mengajukan permohonan dispensasi pernikahan karena telah berbadan dua. Ini baru di Surakarta belum Indonesia secara keseluruhan. 


Sungguh tragis, dalam usia yang masih sangat belia harus menanggung beban dan tanggungjawab hidup yang sangat berat. Namun masih beruntung bagi mereka yang dinikahkan, setidaknya jelas bagaimana kedepannya nanti. Bagi mereka yang hamil duluan tapi tidak ada yang mau bertanggungjawab jelas ini adalah masalah yang sangat besar. Sebagian ada yang tegar dan berusaha menjadi single parent namun sebagian lagi ada yang memilih jalur aborsi untuk menutupi malu.   

Gila!!! Pernah saya melihat berita di reportases sore seputar angka aborsi di Indonesia. Kalau nggak salah ingat mencapai 2,5 juta pertahun dan menempati urutan tertinggi di dunia. Benar ga’ sih? Usut punya usut aku nyari berita di google. Ternyata: 

Ditaksir, 2,3 juta abortus tidak aman terjadi setiap tahun di Indonesia. “Sebanyak 1 juta keguguran spontan, 700 ribu karena kehamilan tidak diinginkan, dan 600 ribu karena kegagalan KB,” ujar Kepala Komite Ahli Kesehatan Reproduksi, Roy Tjiong. Dari hasil penelitian, Roy mengatakan 15 persen aborsi dilakukan oleh kelompok usia remaja kurang dari 20 tahun. Rata-rata kehamilan yang menjalani aborsi atau digugurkan adalah kehamilan tanpa alat kontrasepsi. “Dan perlu diketahui, risiko kematian pada kehamilan remaja dua kali lebih tinggi.” (vivanews.com)

Jadi ingat film berjudul “ Juno” yang ditulis oleh Diablo Cody dan berhasil meraih penghargaan di Academy Award ke 80 untuk kategori skenario asli terbaik. Menceritakan seorang gadis belia bernama Juno yang hamil di usia remaja. Awalnya ada niat untuk mengaborsi janinnya. Namun akhirnya ia batalkan. Dukungan dari keluarga dan teman ia dapatkan untuk dapat melahirkan si bayi dengan selamat sampai pada akhirnya ia berjuang mencari pasangan suami istri yang mau mengadobsi bayinya.

Sangat inspiratif. Beda sekali dengan kebiasaan orang sekitar kita yang tahunya menghujat dan mengucilkan orang yang hamil di luar nikah. Ya.. ini memang sebuah kesalahan dan aib yang besar. Tapi bukankah selalu ada kata maaf dan kesempatan untuk bertaubat.

“Sudah cukup dosa maksiat yang dilakukan jangan ditambah lagi dengan kasus pembunuhan, bayi-bayi itu nggak berdosa.”

Kembali ke film “Juno”. Salut buat orang tua dan teman-teman si Juno. Di sana diceritakan bagaimana semua memberi perhatian dan jalan keluar yang terbaik. Dukungan moral diberikan agar Juno kuat menghadapi masalah. Salut juga buat Juno yang tabah dan berusaha untuk menjadi ibu yang baik. Meski pada akhirnya ia memberikan anaknya di adobsi orang lain karena ia tahu ia belum siap menjadi orangtua dan berkeluarga. Sedikit egois dengan menyerahkan bayi ke orang lain dengan alasan belum siap dan ingin melanjutkan masa depan tapi setidaknya ini lebih baik daripada solusi “aborsi” yang banyak dilakukan oleh remaja putri di luar sana.

Saatnya membenahi moral remaja bangsa ini agar kasus seks bebas dan aborsi tidak terulang lagi. Untuk yang sudah terlanjur hamil di luar nikah, mari kita beri dukungan untuk tidak aborsi. Masih banyak solusi lain yang lebih bijak. Banyak orang di luar sana yang susah mendapatkan anak, mungkin mereka salah satu alternatif jalan keluar. Bagi yang lain jangan lakukan seks bebas resikonya sangat besar, masa depan taruhannya. Dibutuhkan dukungan dari semua pihak terutama keluarga dan sekolah untuk menanamkan ilmu-ilmu agama serta pendidikan seks secara tepat dan benar. Stop free sex!!!!

4 komentar:

  1. yups... say no to free sex sob! thank u kunjungannya

    BalasHapus
  2. setuju... stop budaya barat, kembalikan budaya ketimuran kita yang sudah mulai luntur

    BalasHapus
  3. semoga indonesia semakin baik, semoga generasi muda sekarang dan yang akan datang selalu menjunjung tinggi budaya dan martabat bangsa

    BalasHapus