Minggu, 01 Mei 2011

Televisi Dalam Hidupku

Television I love u very much, Thank You...

Televisi. Sebuah benda ajaib yang menyajikan berjuta imajinasi. Alat elektronik yang satu ini aku beri julukan the best entertainment equipment (hehehhehe…bener ga’ sich istilahnya. Masa bodo ini khan yang ngasi julukan aku, jadi ya suka-suka aku dong).

Semua komplit di dalamnya. Ada hiburan, berita, music bahkan juga sajian realita. Seiring bertambahnya umur dunia,  program dan stasiun televisipun semakin banyak. Acaranya pun beragam dari program anak, remaja sampai keluarga. Kemasannya bermacam-macam, setiap stasiun berlomba-lomba memberi jamuan tontonan yang berkualitas untuk menghibur pemirsanya.

Entah apa jadinya hidupku tanpa televisi. Mungkin aku tidak akan bisa mendengar hingar bingar dunia selebriti negeri ini, music terbarupun pastinya lambat menjamah telingaku, belum lagi berita tentang pejabat bangsa ini yang selalu menggelitik untuk diusik pastinya akan jarang aku lihat.

Hampir empat jam atau seperenam hari kuhabiskan di depan layar televisi. Bahkan lebih jika aku sedang libur. Benda satu ini memang ga’ ada matinya terlebih ketika aku mengkawinkannya dengan tv kabel. Hasil perpaduannya menampilkan puluhan bahkan ratusan stasiun dari dalam maupun luar negeri. Variasi program tersajikan. Ada empatpuluhan stasiun televisi di rumahku. Jumlah yang begitu banyak. Bingung aku dibuatnya. 

Jadi teringat dulu televisi di rumah hanya menayangkan TVRI. Yang paling kuingat cuma program pedesaan dan dunia dalam berita yang kala itu ada orang dengan bahasa isyarat di pojok kiri bawahnya. Karena adanya cuma itu ya mau tidak mau itulah yang ditonton. 

Tapi kayaknya aku banyak salah dengan televisi. Aku banyak melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadapnya. Seperti saat gambarnya mulai kabur yang kulakukan adalah memukulnya. Ya… manusia khilaf seperti diriku ini memang kerap menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Bagaimana dengan anda??? 

Kadang aku mengabaikannya. Bukannya menonton televisi justru akulah yang ditonton televisi. Andai tivi itu manusia pasti dia sudah marah karena diacuhkan. Sudah capek-capek menghibur ehhh malah ditinggal tidur.

Terima kasih tivi kau adalah pemersatu di rumah ini. Kau menyatukanku dengan teman-temanku sehingga tercipta kekeluargaan dan rasa kesetiakawanan. Setelah capek dengan pekerjaan, di depan televisilah kita biasanya ngumpul. Menonton acara komedi tertawa bersama atau debat kusir saat pertandingan olahraga ditayangkan. Heeee…banyak kenangan di depan tivi termasuk berebut remote karena masing-masing punya acara kesukaan yang harus ditonton.

Di saat sedih, sedang bahkan saat aku galaupun selalu ada kau yang menghiburku.(lebayynya aku ini dari tadi kau...kauan sama tv)

Television I love u very much.  Thank you.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar