Minggu, 01 Mei 2011

Minggu Pagi di Melak City

BRRrrrrrr terasa dinginnya....


Minggu hari yang ditunggu-tunggu hampir semua orang di setiap belahan dunia. Hari libur, hari di mana semua aktivitas menyenangkan akan dilakukan. Ada yang bepergian, berolahraga sampai yang paling parah yaitu malas-malasan di rumah <lha... yang parah ini aku>

Jam di ponsel menunjukkan pukul setengah enam pagi ketika aku terbangun dari mimpi. Hmmmm...kembali ke dunia nyata meninggalkan bunga tidur yang membuaiku semalaman. 

Udara terasa dingin menusuk kulit menembus daging menerobos tulang hingga demam menyerang. Flu mulai melanda membobol ketahanan fisikku. Malas sekali beranjak dari peraduan ini. Lebih mantap jika tetap berlindung di bawah naungan selimut. Tapi sholat subuh harus dijalankan. Mengumpulkan semangat dan kesadaran. Mengambil air wudhu dan menghadap Allah dalam sholat.

Planning hari ini. Pertama beresin kamar yang kuacak-acak secara tidak sadar semalam. Membersihkan lantai kamar yang dibanjiri air dari selokan yang naik gara-gara banjir tadi malam. 

Lagi dan lagi hampir setiap hari di minggu ini. Setiap habis badai pasti debit air di selokan sebelah membanjiri kamar mandi. Mbabu lagi mang!!!!

Ke ATM...wah hampir kelupaan hal satu ini. Stock duit cash dah menipis. 

Plus ga' boleh ketinggalan buang sampah sesuai anjuran mobil sampah yang bertuliskan warga bijak buang sampah jam enam pagi. Hehehheehe...apa patokan waktu itu bisa jadi acuan menentukan bijak tidaknya orang. Aya aya wae...departemen pasukan kuning ini.

Membenahi kamar dan menyikat lantai kamar mandi selesai. Leganya ketika melihat semua tertata rapi dan mencium bau wangi dari setiap inchi ruangan <lebayyyy>

Bergegas ke ATM yang terletak di depan Bank Kaltim di daerah Gunung Aji. 

Jalanan masih sepi. Serasa kota mati saat itu. Kabut masih merajai setiap petak wilayah Melak. Hanya ada beberapa motor yang melaju membelah jalanan Melak yang lengang. Motor pembawa sayuran yang kutebak akan bertolak ke pasar untuk berjualan.

Berasa di Swiss pokoknya <padahal blogger ini ga pernah ke sana>. Enaknya tiduran atau malas-malasan di kamar. Mungkin banyak orang masih asyik mengadu nasib di dunia mimpi. Setelah begadang semalaman, ini memang pas menjadi hari pelampiasan dengan tidur seharian.

Beberapa toko dan warung nasi mulai buka. Tampak ibu-ibu sedang mengelar dagangannya.

Melangkah di depan SD Melak Hulu. Sepi tak seperti hari biasanya kala anak-anak sekolah melakukan studynya. Halaman yang biasanya riuh reda kini sepi tanpa penghuni.

Sisa banjir semalam membekas di jalanan beraspal ini. Banyak sampah bertebaran. Ini wujud partisipasi kita yang suka membuang sampah sembarangan. 

Ada yang menarik pagi ini. Seorang nenek-nenek yang ku perkirakan sudah berumur enam puluhan. Nenek itu membawa kantong plastik menyusuri jalanan. Singgah dari tempat sampah satu ke tempat sampah yang lainnya. Botol bekas yang dicarinya. Pencariannya hari ini agak sepi, itu terlihat dari isi kantong plastiknya yang kurang berisi.

Di usianya yang renta orang ini masih bersemangat untuk menghidupi dirinya sendiri. Kita harus berkaca dengan nenek ini. Hehehhe...jangan dibayangkan kita mau dandan bareng mbah-mbah.

Nenek ini berjuang tanpa mengenal lelah meski tenaganya sudah menurun seiring bertambahnya usia. Kita yang masih muda wajib hukumnya lebih dari nenek tadi. Punya semangat lebih dan lebih. Ga' boleh menyerah.

Akhirnya aku sampai dibibir ATM. Kusodorkan kartu bertuliskan Mandiri. Mesin itu melahapnya dan mengeluarkan uang sesuai jumlah yang kuminta <ngarepnya sih yang keluar jumlahnya lebih banyak...hehhehhehehhe emank ini ATMnya mbahmu An>

Ku genggam uang itu dan ku masukkan ke dalam saku. Teringat nenek itu dia pasti tidak mendapat penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Saatnya untuk bersyukur. Banyak orang yang kurang beruntung dibanding aku. Waktu untuk berbenah menghargai dan mensyukuri setiap hasil jeri payah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar