Selasa, 03 Mei 2011

Ketika Ditanya Dan Bertanya “Kapan Nikah?”

"Kapan nikah????"

Teringat lebaran kemarin ketika semua sanak keluarga berkumpul. Rame sekali saat itu. Rasa kekeluargaan begitu menyatu dan membuat semuanya menjadi seru. Bercanda bersama, ngobrol, bergossip ria, makan bareng dan jalan-jalan begitu menyenangkan membuatku tak akan lupa akan hal itu. Kumpul dengan teman-teman masa sekolah dulu juga tak kulewatkan.

Dan satu hal lagi yang tidak akan hilang dari benakku. Sebuah pertanyaan yang datang bertubi-tubi padaku. 

“Eh mas yan. Apa kabar? Kapan rencananya nikah? Ntar aku yang jadi pagar ayunya ya..” kata sepupuku. 

“Ibu juga sebenarnya sudah pengen punya cucu. Jadi kapan calon menantu di bawa ke rumah?” 

“Si Budi bulan lalu married bro. Kapan nyusul ke pelaminan keburu tua lho,” ucap kawan lamaku.

“Umur kamu sudah cukup le, kerja juga sudah. Mau tunggu apalagi? Si Mbah pengen lihat kamu nikah.”

“Weiiii long time no see..Dah married?” Begitulah kata-kata yang tertera di wall facebookku.

“Mana istrinya. Reuni sendirian aja, lagi marahan ya?” Tanya teman sekolahku dulu yang sok tahu. Ga’ tahu apa kalau aku masih single.

Nikah. Nikah itu yang banyak orang tanyakan waktu itu. Hmm.. ternyata benar juga kata iklan kontrasepsi. Ada sederetan pertanyaan yang akan menghampiri hidup kita. Yang pertama kapan nikah. Kedua kapan punya anak. Yang ketiga kapan nambah adik. Dan seterusnya dan sebagainya. Semua sambung menyambung seperti sinetron tersanjung yang tak ada habisnya.

Sebelum aku menjawab pertanyaan di atas ada baiknya aku bertanya ke beberapa orang yang mengalami nasib serupa denganku. Beberapa orang yang dengan bangga menulis status “single” di account facebooknya.

Pertanyaan yang sama ke lemparkan. Kapan nikah?

“Kamu aja belum apalagi aku. Dah…duluan aja ntar aku nyusul setelah kamu”

“Secepatnya..hehehheheh kalau nemu jodoh. Ada temen yang mau kamu kenalin?”

“Ntar aja masih pengen maen-maen dulu. Ga’ kebayang ntar berebut PS ma anak. Apa kata dunia???”

“Belum puas bro.. Baru nyoba mawar. Khan masih penasaran sama melati, kamboja dan bunga-bunga lainnya”

Hmmm ternyata beragam juga tanggapannya. Itu baru dari kerabatku belum lagi dari orang-orang di luar sana yang nggak aku kenal. 

Sebuah kata “siap” itulah yang menentukan. Ya…betul aku memang belum siap. Masih banyak yang ingin aku lakukan terutama membahagiakan orang tua (meskipun melihatku menikah juga kebahagiaan yang besar buat mereka)

Seorang teman yang cukup bijak pernah berkata “nikah itu ibadah jadi jangan ditunda-tunda tapi jangan diburu-buru juga karena semua butuh persiapan. Utamanya persiapan ilmu. Seorang laki-laki adalah calon imam di dalam keluarga. Ga’ boleh main-main karena besar tanggungjawabnya.”

Belajar dan mencari bekal itulah yang kulakukan sampai nanti pada akhirnya dengan lantang aku menulis “married” di status facebookku.


2 komentar: