Sabtu, 07 Januari 2012

Sahabat Jadi Cinta



Wah!! Seru sekali mendengar lagu Zigas yang satu ini. Selain musiknya asyik liriknyapun mengena bagi para pecinta yang pernah jatuh hati pada sahabatnya. Sahabat jadi cinta, pernahkah kamu merasakannya? Terus bagaimana menyikapinya, apakah rasa harus diungkapkan atau dipendam selamanya..??

Susah sekali bila cinta sudah hinggap di hati. Virusnya mengenai saraf dan menjalar di seluruh sistem otak. Ya.. singkatnya virus merah jambu ini bisa menyebabkan dunia indah dan suram dalam satu rasa. Kata para pujangga, cinta berjuta rasanya. 

Nah kalau cinta ini terpikat pada sahabat apa yang harus kita tempuh. Asli!!! Suerr!!! Saya pernah mengalami hal serupa. Dan ketika itu saya kebinggungan, antara cinta dan persahabatan mana yang harus diutamakan. Dilema, saya dilanda ketakutan yang saya buat sendiri. Saya berpikir apabila nanti saya ungkapan maka sahabat saya akan marah dan tak mau bertemu dengan saya lagi. Ya..kalau diterima sih syukur, kalau tidak???  


Hmm.. jadi serba salah saya saat itu. Mau bertemu jadinya malu-malu, mau menjauh takut dia curiga. Ampun!!! Mungkin benar apa yang dikatakan orangtua dulu “witing tresno jalaran saka kulina”. Cinta datang karena terbiasa. Karena terbiasa bertemu, belajar dan bermain bersama maka benih-benih kasih sayang ini bersemayam di hati. Duhh!! Bahasa saya sok romantis sekali ya.. hehhehe..

Sebenarnya ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi,

Cinta diungkapkan dan akhirnya diterima. Singkatnya happy ending. Yang seperti ini namanya anugerah karena cinta tak bertepuk sebelah tangan. Biasanya sih hubungan kekasih yang berawal dari persahabatan akan langgeng. Boleh saya simpulkan mungkin karena satu sama lain sudah saling mengenal dan mampu menerima kekurangan dan kelebihan. Sedikit berbagai pengalaman ada teman saya yang awet pacaran dari kelas dua SMP sampai sekarang berumur dua puluh tiga tahun, nah hitung sendiri berapa lamanya hubungan mereka. Kurang lebih sembilan tahun, hebat!!! Denger-denger mereka bakal menikah tahun ini. Selamat!!!

Cinta diungkapkan dan ditolak. Ampun!!! Tragis banget nasibnya. Nah kalau sudah gini biasanya antara kedua belah pihak bakal canggung dan aneh jika bertemu satu sama lain. Yang satu nggak enak karena menolak cinta, yang lainnya malu karena takut dibenci atas tindakan pengungkapan tersebut. Hasilnya kadang persahabatan jadi renggang dan akhirnya menjauh. Ya meskipun biasanya selalu ada kata-kata “meskipun aku tolak, kamu tetap teman aku kok..”. 

Cinta tak diungkapkan dan menjadi rahasia. Hmm karena lebih mengutamakan persahabatan maka cinta yang terpendam terpaksa lebih dipendam lagi sampai sedalam-dalamnya. Ada yang bilang mencari sahabat itu susah, lebih gampang cari pacar. Benarkah??? 

Wah cara ini terbukti paling menyedihkan, cinta yang dipendam biasanya hanya menyiksa si pemilik hati. Apalagi kalau sampai sahabat tersebut menemukan belahan jiwanya sampai akhirnya berpacaran. Wah!! Betapa tragis dan sedihnya. Mau tak mau sebagai sahabat wajib senang dong dengan kebahagiaan sahabatnya namun di lain pihak ada rasa cemburu dan sedih melihat orang yang disayangi telah dimiliki orang lain.

Hmm.. sekarang saya mau memberi saran. Kalau memang cinta, ungkapkan! Ada sebuah kalimat yang cukup bagus “jangan memendam cinta tanpa mengutarakannya karena hal tersebut berarti patah hati dini”. Apapun resikonya sebaiknya diutarakan. Tentunya dengan memperhitungkan waktu yang tepat. Kita tak mungkin tahu seseorang mempunyai perasaan yang sama dengan kita atau tidak jika tidak ditanyakan atau disampaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar